Banda Aceh- Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Darni M Daud, MA berencana akan menyetarakan sektor pendidikan dan ekonomi jika terpilih menjadi Gubernur Aceh dalam pilkada nanti. Hal ini disampaikan kepada The Globe Journal, Rabu (25/5) di AAC Dayan Dawood. “Tantangan dunia global dikenal dengan knowladge base economic. Bagaimana kedepan itu perekonomian dirangkaikan dengan dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus dapat mendidik dunia bisnis dan ini saling mengisi, dan juga untuk bidang-bidang yang lain. Tidak pendidikan dulu kemudian yang lain ditinggalkan” jelasnya.
Darni M Daud adalah salah seorang pemimpin terbaik di bidang pendidikan menurut majalah Campus Asia. Dia menduduki peringkat ketujuh menurut majalah tersebut. Dan untuk kedua kalinya Darni Daud berhasil menduduki jabatan Rektor Universitas Syiah Kuala.
Darni menambahkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tersebut bukan hanya secara simbolis tapi diperlukan juga secara substansi. “Untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan perhatian khusus dari keluarga.  kepada pemerintah diharapkan untuk mendukung kebijakan yang tepat sasaran guna meningkatkan mutu pendidikan,” tutup Darni.

sumber : www.tgj.co.id
BANDA ACEH - Muhammad Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI, dianugerahi gelar doktor honoris causa (HC) oleh Rektor Unsyiah, Prof Darni M Daud. Gelar kehormatan tersebut diserahkan dalam rapat senat terbuka memperingati ulang tahun ke-50 Unsyiah di Gedung AAC Dayan Daud, Banda Aceh, Senin (12/9/2011).
Dalam sambutannya, Darni mengatakan, pemberian gelar doktor kehormatan tersebut diberikan karena Kalla menjadi tokoh sentral dalam memprakarsai perdamaian di Bumi Serambi Mekkah.
"Beliau memelopori perdamaian Aceh. Dalam merajut perdamaian tersebut, Beliau telah berbuat banyak, seperti melakukan pendekatan sosiokultural kepada pihak bertikai," kata dia.
Menurut Prof Darni, cara Kalla mendamaikan Aceh hampir serupa dilakukan Kolonel M Jasin. Kolonel M Jasin merupakan tokoh penting perdamaian antara DI/TII Aceh dengan pemerintah di masa lalu.
"Apa yang telah dilakukan Muhammad Jusuf Kalla terhadap damai di Tanah Rencong, maka sudah sewajarnya Unsyiah sebagai jantung hati rakyat Aceh menganugerahkan gelar kehormatan tersebut," kata Rektor.
Sementara itu, Kalla, dalam orasi ilmiahnya,  mengharapkan Unsyiah mampu memberikan sumbangsih besar terhadap pembangunan Aceh.
"Unsyiah merupakan pusat ilmu di Aceh. Karena itu, pemikiran dari Unsyiah harus diterapkan, sehingga masyarakat bisa bersaing secara kompetitif dalam kondisi apapun," ujarnya.
Dia menambahkan, dengan persaingan yang semakin ketat, para alumni Unsyiah harus menanamkan prinsip kerja keras, sehingga membuahkan hasil maksimal.
"Tiga hal yang perlu diterapkan dalam menghadapi era globalisasi ini. Yakni, kreatif, inovatif dan pekerja keras," jelas mantan Wakil Presiden RI tersebut.
Rapat senat terbuka dan penganugerahan gelar doktor HC kepada Muhammad Jusuf Kalla tersebut turut dihadiri Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono dan Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan.
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, serta pada akademisi Unsyiah dan undangan lainnya.
Sebelumnya, pada Sabtu pekan lalu, Kalla juga mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Universitas Hassanuddin, Makasar, dalam bidang ekonomi dan politik.

 Sumber : Serambi News


BANDA ACEH - Rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud MA dan Pimpinan Bank Indonesia (BI) Cabang Banda Aceh, Mahdi Muhammad, Senin (2/8) menandatangani MoU Pemberian Beasiswa bagi 40 mahasiswa universitas tersebut. Penandatangan MoU yang berlangsung di Ruang Mini Rektor Unsyiah itu merupakan wujud komitmen BI untuk terus membantu pendidikan, khususnya di Aceh.

Pimpinan BI Cabang Banda Aceh Mahdi Muhammad pada acara tersebut mengatakan penandatanganan kerja sama itu merupakan lanjutan tahun sebelumnya. “Sebenarnya Januari lalu telah dapat ditandatangani kerja sama ini. Tapi karena beberapa hal, baru sekarang MoU ini bisa terealisasi,” kata Mahdi.

Beasiswa itu, lanjutnya, lebih besar dari tahun sebelumnya yaitu dari Rp 200.000 per bulan menjadi Rp 250.000 per bulan per mahasiswa yang diberikan selama setahun. Selain beasiswa, kata Mahdi lagi, pihaknya juga akan memberikan kesempatan kerja kepada alumni Unsyiah yang ingin meniti karir di BI.

Sementara Rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud MA mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah banyak membantu Unsyiah salah satunya memberikan beasiswa kepada mahasiswa. “Komunikasi dan kerja sama pemeberian beasiswa untuk mahasiswa Unsyiah sudah berlangsung sejak tahun 2003. Setelah tsunami BI juga membantu perubahan dosen Unsyiah, kajian penelitian di fakultas ekonomi, dan kesempatan meniti karir alumni Unsyiah di BI,” kata Rektor.

Jadi, tambah Darni, sejak tahun 2000 ke atas BI sudah banyak membantu Unsyiah dan komunikasi yang terjalin sudah baik. “Beasiswa ini sangat berguna bagi mahasiswa, karena rata-rata mahasiswa putus kuliah karena faktor ekonomi,” jelasnya. Kepada mahasiswa, Darni berharap beasiswa itu dapat digunakan sebaik-baiknya. “Dengan adanya beasiswa ini, kita berharap dapat meningkatkan semangat belajar mahasiswa agar cepat selesai dan memperoleh prestasi yang lebih baik,” harap Rektor.(jal)
  
sumber : Serambi News 



PROF. Dr. Darni M. Daud, MA merupakan  Rektor Universitas Syiah yang pertama dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Posisi itu dijabatnya sejak September 2006 dan terpilih kembali untuk periode kedua hingga tahun 2014 nanti.
Darni M. Daud Terpilih menjadi Rektor pada tahun 2006 lalu, sekaligus mematahkan dominasi utusan Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian untuk jabatan Rektor Unsyiah sejak universitas itu didirikan 2 September 1961.
Untuk diketahui, sebelum Darni M. Daud, Unsyiah secara berturut-turut dipimpin oleh  Kolonel M. Jasin (Fakultas Pertanian) dengan sebutan Pj. Presiden, Drs. Marsuki Nyak Man (Fakultas Ekonomi) dengan sebutan ketua Presidium, Drs. A. Madjid Ibrahim (Fakultas Ekonomi) sebagai Rektor, seterusnya Prof. Dr. Ibrahim Hasan, MBA (Fakultas Ekonomi), Prof. Dr. Abdullah Ali, M.Sc (Fakultas Pertanian), Dr. M. Ali Basyah Amin, MA (Fakultas Pertanian), Prof. Dr. Dayan Dawood, MA (Fakultas Ekonomi), dan Prof. Dr. Abdi A. Wahab, M.Sc (Fakultas Pertanian).

Darni M. Daud dilahirkan di Pidie (Aceh), 25 Juli 1961, mengawali karirnya sebagai PNS sebagai dosen pada Program Sudi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unsyiah pada Maret 1986 sampai sekarang. Lalu, pada Februari sampai Juni 1987, ayah tiga anak ini menjabat sebagai Sekretaris PBI (Cabang Bechtel Company) Banda Aceh. Pada September 1995 sampai Mei 2000, Darni M. Daud menjadi asisten pengajar (Teaching Assistant) pada School of Education Oregon State University, Corvallis, USA.
Kemudian, karir Darni berlanjut dengan menjadi Pembantu Dekan Bidang Akademik FKIP Unsyiah pada Mei 2001 sampai Agustus 2002. Pada Juni 2002 sampai September 2006, Darni M. Daud menjadi Pembantu Rektor Bidang Akademik Unsyiah. Terakhir, sejak September 2006 sampai sekarang, Darni M. Daud yang berpangkat/golongan Guru Besar, IV/d (Pembina Utama Madya) menjadi Rektor Unsyiah.
Adapun latar belakang pendidikan Darni M. Daud adalah ; Setelah menamatkan SD tahun 1973 dan SMP tahun 1976 di Ulee Gle Pidie (sekarang menjadi Pidie Jaya), Darni M Daud melanjutkan pendidikan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Bireuen. Sejak Januari 1977 sampai Juni 1980. Kemudian pada Juli 1980 sampai Agustus 1985 (Drs), Darni M. Daud melanjutkan pendidikan ke Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unsyiah, Januari 1989 sampai Desember 1989 (Dip. TEFL), di TEFL Program School of Education The University of Sydney, Sydney, Australia, September 1992 sampai Mei 1994 (MA), di TESOL Program, School of Education, New York University, New York, USA, serta pada September 1995 sampai Maei 2000 (Ph.D.), Darni M. Daud mengambil program S-3 di School of Education Oregon State University, Corvallis, USA.
Organisasi yang pernah diikuti Darni M. Daud antara lain anggota berbagai organisasi masyarakat/profesi seperti Applied Linguistics Association of Australia (Australia), Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia, Masyarakat Linguistik Indonesia, dan International Vocational Education and Training (USA), Komisi Penyuluhan dan Pendidikan Ikatan Cendekiawan Muslim Orwil Aceh, staf Sekretariat International Vocational Education and Training (IVETA), Oregon State University Corvallis, USA. Bendahara Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat, Indonesia, Wakil Ketua  Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat, Indonesia. Dan pada September 2007 sampai sekarang sebagai Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat, Indonesia.
Beasiswa/penghargaan yang pernah diterima/dicapai Darni M. Daud antara lain ; IDP Scholarship untuk studi di Australia (Januari sampai Desember 1989),  Fulbright Scholarship untuk studi di USA (Agustus 1992 sampai Juni 1994), Dosen Teladan tingkat Unsyiah (Mei 1995), Beasiswa/Teaching Assistanship dari Oregon State University, Corvallis, USA (September 1995 sampai Juli 2000), Beasiswa pendamping untuk penyelesaian program doktor dari Indonesian Cultural Foundation, New York, USA (Januari 1996 sampai Juli 2000),    International Honorary for Leaders in University Apartment Communities, Oregon State University, Corvallis, USA (Juni 1999). Piagam penghargaan dari Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagai ketua panitia Seminar Internasional Pekan Kebudayaan Aceh, Banda Aceh (Agustus 2004), dan terpilih sebagai salah satu dari 10 Tokoh Pendidikan Nasional 2008 oleh Majalah Campus Asia (November 2008).
Selain itu puluhan karya ilmiah yang disusun Darni M Daud juga pernah dipublikasikan disejumlah media massa baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Demikian pula dengan pelatihan tambahan/temu ilmiah/kegiatan ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat yang diikuti Darni M Daud baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional hampir  mencapai seratus kali.[]